tik..tok..tik..tok..
suara detik jam yang terus berjalan, jam terus berjalan malam semakin larut namun mata ini masih engan terpejam terlalu larut dalam angan dan pikiran yang berkecamuk.
rindu.
satu kata yang mewakilkan apa yang membuat mata ini engan terpejam.
rindu? logikaku menolak itu namun hati yang terdalam tetap merasakan itu
baiklah. untuk malam ini aku kalah. kalah oleh rindu yang begitu mendalam.rindu akan sosok masa lalu.
biarlah kutuangkan rindu itu pada sebait sampah aksara agar Ia tak mengusik sesiapa pun tuannya.
rindu itu bertuan?
tidak. hanya saja dulu rindu ini masih terbalas, oleh dia yang ketika datang mendekap erat rindu ini. namun sekarang rindu ini tak lagi bertuan.
aku rindu bersamamu.
aku rindu tentang kita.
aku rindu kita.
aku masih ingat. malam itu.
kau bilang aku tidak tau rasanya menunggu dalam kerinduan.
aku diam. tapi hatiku bicara andai kau dengar itu, menunggu dalam kerinduan kata mu?
ada yang lebih sakit dari itu tuan. menunggu yang pasti. sudah tau bagaimana akhirnya namun kau tetap menunggu. sudah tau akhir kita tak pernah bahagia namun aku tetap menunggu.
saat ini. aku tak akan lagi menungu biarlah aku menikmati rindu ini sejenak lalu melangkah pergi menyatukan lagi kepingan hati yang telah hancur karnamu