Dan pada akhirnya; kau hanyalah mawar yang memberi keindahan pada waktu yang tak lama namun durimu membuat luka yang begitu sulit untuk disembuhkan.
Untuk waktu yang singkat; terimkasih untuk setiap penantian yang membuatku mengerti betapa berharganya waktu kebersamaan.
Dan pada akhirnya; kau hanyalah sebuah lilin yang memberi cahaya pada hatiku yang redup namun sinarmu tak bertahan lama. Kau hanya sebuah lilin bukan bintang pun mentari yang memeberi cahaya pada dunia yang redup. Terimakasih telah mengajariku arti kesabaran. Bahwa yang terkasih tak melulu menjadi yang pertama terkadang ada hal lain yang lebih penting untuk diutamakan.
Dan pada akhirnya; kau hanyalah sebuah pelangi yang memberiku banyak warna sesaat kemudian menghilang yang tersisa hanya kelam. Kelabu. Abu-abu. Menjadi samar bahkan tak terlihat. Terimakasih sudah membuatku mengerti arti Kedewasaan bahwa hubungan tak melulu tentang komunikasi setiap detiknya.
Dan pada akhirnya; perbedaan mengalahkan segalanya. Aku dengan cinta untuk Allahku. Dan kau dengan cinta untuk tuhan mu, lantas ada yang lebih menyakitkan dari dua hati yang ingin bersatu namun tak bisa meninggalkan cinta untuk tuhannya?
Terimakasih untuk waktu yang singkat namun memberi banyak pelajaran. Mari berjalan lebih maju lagi aku dengan diriku dan kau dengan dirimu.
Bekasi, 17 september 2016
15;00