Bagaimana bisa Ia tertawa sedang hatinya terus berduka sebab banyak trauma yang ia dapat. Cara apa yang Ia pakai untuk menutupi kesedihan yang datang bertubi-tubi dalam hidupnya, bagaimana Ia tetap berjalan maju dengan berjuta beban yang Ia terima.
Sekuat itukah dirinya atau memang perasaanya telah lama mati bersama dengan harapan dan mimpi-mimpinya?
Adakah yang mampu melihat kesedihan dalam tawanya? Adakah yang bisa mengerti disetiap amarahnya? Adakah yang tau kesakitan dalam isaknya?
Seperti itulah kiranya. Ia menangis dalam senyumnya, seringkali menyembunyikan kesedihan dalam candanya, tak pernah lupa untuk terus berpura-pura bahagia dalam kesehariannya.
Jangan tanyakan tentang mimpinya, harapan juga cita-cita dalam hidupnya.
Semua telah lama mati bersama dengan dirinya yang sesungguhnya. Tak ada lagi harapan yang Ia semogakan, tak ada lagi mimpi yang selalu ingin untuk diwujudkan tak ada lagi cita untuk Ia raih.
Dirinya telah lama mati terkubur bersama mimpi dan harapannya.
Bahkan telah lupa apa itu bahagia.
Ia lupa bagaimana bahagia yang sesungguhnya.
Bekasi, 15 Desember 2017.
03;00
Kamis, 14 Desember 2017
Selasa, 21 Maret 2017
Tak Lagi Sama
Pernahkah kau merasa keinginan untuk memiliki yang menurutmu mampu membuatmu ditikam bahagia ingin kau miliki seutuhnya?
Atau berandai-andai bahwa harimu akan penuh dengan tawa karena sebuah pesan singkat yang dikirimnya mampu membuat harimu begitu indah kemudian kau mulai jatuh hati padanya. Berandai jika kau menjadi miliknya betapa bahagia hidup bersama seseorang yang mampu mencipta ribuan tawa disepanjang harimu.
Dan hari itu tiba.
Betapa bahagia ketika yang kau harapkan menjadi nyata! Bagai ribuan kupu-kupu menari disepanjang hari yang kita lewati, seperti menemukan sebuah awal yang baik setelah jatuh terpuruk oleh akhir yang pahit.
Memulai kisah dengan ribuan tawa yang mulai kau buat, mencipta kenangan tak sekedar angan.
Saat itu rasanya aku akan mati ditikam bahagia karena memilikimu utuh tanpa ada syahdu.
Rindu mulai datang mengusik setiap malam-malam tanpamu. Berharap segera datang esok agar rindu mati dalam peluk. Aku butuh peluk untuk setiap pelik, aku mulai mencintai segenap ganjilmu. Aku mulai jatuh pada seluruhmu. Aku mencintaimu.
Tapi sayang,
Ada yang mengusik pikiranku bukan lagi rindu. Mungkin resah, entahlah.
Aku butuh tau mengapa kau mulai membisu? Mengapa tak ada lagi tawa yang kau cipta? Mengapa semua berbeda?
Kau mulai mengabaikan aku dan rindu-rindu kita.
Kau mulai acuh entah karena apa dan mengapa.
Mengapa saat ini semua tak lagi sama.
Yang kuharapkan akan berakhir bahagia mengapa saat ini aku merasa tak ada lagi bahagia saat kau bersamaku. Apa benar begitu?
Sayang, mengapa semua tak lagi sama?
Bekasi, 22 Maret 2017
13;13 wib.
Atau berandai-andai bahwa harimu akan penuh dengan tawa karena sebuah pesan singkat yang dikirimnya mampu membuat harimu begitu indah kemudian kau mulai jatuh hati padanya. Berandai jika kau menjadi miliknya betapa bahagia hidup bersama seseorang yang mampu mencipta ribuan tawa disepanjang harimu.
Dan hari itu tiba.
Betapa bahagia ketika yang kau harapkan menjadi nyata! Bagai ribuan kupu-kupu menari disepanjang hari yang kita lewati, seperti menemukan sebuah awal yang baik setelah jatuh terpuruk oleh akhir yang pahit.
Memulai kisah dengan ribuan tawa yang mulai kau buat, mencipta kenangan tak sekedar angan.
Saat itu rasanya aku akan mati ditikam bahagia karena memilikimu utuh tanpa ada syahdu.
Rindu mulai datang mengusik setiap malam-malam tanpamu. Berharap segera datang esok agar rindu mati dalam peluk. Aku butuh peluk untuk setiap pelik, aku mulai mencintai segenap ganjilmu. Aku mulai jatuh pada seluruhmu. Aku mencintaimu.
Tapi sayang,
Ada yang mengusik pikiranku bukan lagi rindu. Mungkin resah, entahlah.
Aku butuh tau mengapa kau mulai membisu? Mengapa tak ada lagi tawa yang kau cipta? Mengapa semua berbeda?
Kau mulai mengabaikan aku dan rindu-rindu kita.
Kau mulai acuh entah karena apa dan mengapa.
Mengapa saat ini semua tak lagi sama.
Yang kuharapkan akan berakhir bahagia mengapa saat ini aku merasa tak ada lagi bahagia saat kau bersamaku. Apa benar begitu?
Sayang, mengapa semua tak lagi sama?
Bekasi, 22 Maret 2017
13;13 wib.
Sabtu, 18 Februari 2017
Rindu
Hujan datang lebih lama dari biasanya membuat hati yang sendu menjadi lebih rindu. Seharian langit tak henti menumpahkan kesedihannya pada sang bumi entah apa dan kenapa kemarahannyapun terdengar jelas tak bersahabat membuat hati bergetar lirih mungkin Ia rindu namun tak jua bertemu untuk sekedar menyapa sang tuannya.
Perihal rindu.
Tentang kebiasaan yang sudah lama tak dilakukan dengan banyaknya perubahan membuatmu lupa bahwa kebiasaan itu sudah tak lagi ada sehingga membuatmu ingin melakukannya lagi. Mungkin rindu semacam itu.
Atau mungkin rindu akan kepulangan,
Ah, sebaik-baik pulang adalah kerumah tempat dimana kau mendapat kebahagiaan. Untuk apa kembali jika sudah tak kau dapati lagi kebahagiaan yang dulu?
Masih tentang rindu.
Mungkin rindu adalah sebuah rasa yang bertuan. Yang hanya bisa enyah jika mendapat dekap dari sang tuan atau sekedar disapa oleh sang tuan
Seperti halnya, ketika tak sengaja aku meenemukan gambarmu dalam memori handpone atau tak sengaja mendengar lagu yang pernah kau nyanyikan untukku seketika aku ingat bahwa kau telah berlalu. Kebiasaan itu sudah tak pernah lagi dilakukan kemudian datanglah rasa bernama rindu.
ah. Iya. Aku rindu.
Semoga setelah hujan berhenti pun rinduku ikut hilang bersama hentinya hujan minggu ini. Sebab. Merindu seorang diri adalah hal yang tak pernah aku inginkan.
Bekasi, 19 Februari 2017
12;37
Perihal rindu.
Tentang kebiasaan yang sudah lama tak dilakukan dengan banyaknya perubahan membuatmu lupa bahwa kebiasaan itu sudah tak lagi ada sehingga membuatmu ingin melakukannya lagi. Mungkin rindu semacam itu.
Atau mungkin rindu akan kepulangan,
Ah, sebaik-baik pulang adalah kerumah tempat dimana kau mendapat kebahagiaan. Untuk apa kembali jika sudah tak kau dapati lagi kebahagiaan yang dulu?
Masih tentang rindu.
Mungkin rindu adalah sebuah rasa yang bertuan. Yang hanya bisa enyah jika mendapat dekap dari sang tuan atau sekedar disapa oleh sang tuan
Seperti halnya, ketika tak sengaja aku meenemukan gambarmu dalam memori handpone atau tak sengaja mendengar lagu yang pernah kau nyanyikan untukku seketika aku ingat bahwa kau telah berlalu. Kebiasaan itu sudah tak pernah lagi dilakukan kemudian datanglah rasa bernama rindu.
ah. Iya. Aku rindu.
Semoga setelah hujan berhenti pun rinduku ikut hilang bersama hentinya hujan minggu ini. Sebab. Merindu seorang diri adalah hal yang tak pernah aku inginkan.
Bekasi, 19 Februari 2017
12;37
Minggu, 29 Januari 2017
Tentang Kisah Yang Harus Berakhir.
Apa kau pernah merasa takut ketika malam datang berfikir tentang waktu yang terus berlalu begitu cepat sedang kau tak punya pilihan lain selain meratap dan menangis? jika ya. Maka kita sama.
Ketika malam datang aku selalu takut akan hari esok itu artinya hari telah berganti dan terus begitu.
Yang kutakutkan adalah semakin cepat hari berganti semakin lama kita bersama semakin dalam rasa dihati semakin banyak kenangan yang tercipta dan semakin susah untuk melepaskan
Seharusnya aku sadar kita memulai sebuah kisah yang kita tau akhir dari kisahnya. tapi egois memaksa kita untuk menunda kisah yang seharusnya berakhir atau bahkan tak perlu kita mulai karena pada akhirnya harus tetap berakhir. Setiap kisah memang akan selalu berakhir tapi tidak semua akhir disetiap kisah adalah perpisahan berbahagialah kalian yang mempunyai akhir bukan untuk berpisah!
Sayang,
Mungkin tuhan sedang menguji kita seberapa besar kita mencintai NYA tapi percayalah, aku tak pernah baik-baik saja ketika mengingat apa yang akan terjadi pada kisah ini dikemudian hari atau bisa saja esok hari pun lusa. Jika hari itu tiba setidaknya berikan aku pelukan hangat sebelum akhirnya peluk itu dimiliki oleh yang lebih baik dariku berjanjilah untuk tetap menjadi teman baik karena kita berawal baik-baik.
ah sayang,
Maaf jika kumpulan aksara ini membuatmu merasa terganggu, percayalah. menulis adalah satu-satunya cara selain menangis ketika aku sedang dipeluk kesedihan pun kerinduan.
Aku meridukanmu, Dan akan tetap seperti itu.
Bekasi, 29 Januari 2017
23;40
Ketika malam datang aku selalu takut akan hari esok itu artinya hari telah berganti dan terus begitu.
Yang kutakutkan adalah semakin cepat hari berganti semakin lama kita bersama semakin dalam rasa dihati semakin banyak kenangan yang tercipta dan semakin susah untuk melepaskan
Seharusnya aku sadar kita memulai sebuah kisah yang kita tau akhir dari kisahnya. tapi egois memaksa kita untuk menunda kisah yang seharusnya berakhir atau bahkan tak perlu kita mulai karena pada akhirnya harus tetap berakhir. Setiap kisah memang akan selalu berakhir tapi tidak semua akhir disetiap kisah adalah perpisahan berbahagialah kalian yang mempunyai akhir bukan untuk berpisah!
Sayang,
Mungkin tuhan sedang menguji kita seberapa besar kita mencintai NYA tapi percayalah, aku tak pernah baik-baik saja ketika mengingat apa yang akan terjadi pada kisah ini dikemudian hari atau bisa saja esok hari pun lusa. Jika hari itu tiba setidaknya berikan aku pelukan hangat sebelum akhirnya peluk itu dimiliki oleh yang lebih baik dariku berjanjilah untuk tetap menjadi teman baik karena kita berawal baik-baik.
ah sayang,
Maaf jika kumpulan aksara ini membuatmu merasa terganggu, percayalah. menulis adalah satu-satunya cara selain menangis ketika aku sedang dipeluk kesedihan pun kerinduan.
Aku meridukanmu, Dan akan tetap seperti itu.
Bekasi, 29 Januari 2017
23;40
Langganan:
Komentar (Atom)