Pernahkah kau merasa keinginan untuk memiliki yang menurutmu mampu membuatmu ditikam bahagia ingin kau miliki seutuhnya?
Atau berandai-andai bahwa harimu akan penuh dengan tawa karena sebuah pesan singkat yang dikirimnya mampu membuat harimu begitu indah kemudian kau mulai jatuh hati padanya. Berandai jika kau menjadi miliknya betapa bahagia hidup bersama seseorang yang mampu mencipta ribuan tawa disepanjang harimu.
Dan hari itu tiba.
Betapa bahagia ketika yang kau harapkan menjadi nyata! Bagai ribuan kupu-kupu menari disepanjang hari yang kita lewati, seperti menemukan sebuah awal yang baik setelah jatuh terpuruk oleh akhir yang pahit.
Memulai kisah dengan ribuan tawa yang mulai kau buat, mencipta kenangan tak sekedar angan.
Saat itu rasanya aku akan mati ditikam bahagia karena memilikimu utuh tanpa ada syahdu.
Rindu mulai datang mengusik setiap malam-malam tanpamu. Berharap segera datang esok agar rindu mati dalam peluk. Aku butuh peluk untuk setiap pelik, aku mulai mencintai segenap ganjilmu. Aku mulai jatuh pada seluruhmu. Aku mencintaimu.
Tapi sayang,
Ada yang mengusik pikiranku bukan lagi rindu. Mungkin resah, entahlah.
Aku butuh tau mengapa kau mulai membisu? Mengapa tak ada lagi tawa yang kau cipta? Mengapa semua berbeda?
Kau mulai mengabaikan aku dan rindu-rindu kita.
Kau mulai acuh entah karena apa dan mengapa.
Mengapa saat ini semua tak lagi sama.
Yang kuharapkan akan berakhir bahagia mengapa saat ini aku merasa tak ada lagi bahagia saat kau bersamaku. Apa benar begitu?
Sayang, mengapa semua tak lagi sama?
Bekasi, 22 Maret 2017
13;13 wib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar