Kepada kamu, wahai diri..
Pesan ini kubuat untukmu yang semakin lama semakin lupa apa itu berjuang bukankah hidup memang perjuangan? Jika kau menyerah maka kau kalah!
Mengapa saat ini kau memilih untuk kalah jika kemenangan bisa kau raih meski harus tertatih.
Jangan pernah merasa sendiri karena aksara akan selalu menemani ketika kau merasa sepi
Ingatlah bahwa dunia berputar, hari tetap berganti dan jam terus berjalan akan ada pelangi setelah hujan dan terang setelah gelap.
Mengapa kau begitu terpuruk dan hampir hancur hanya karena mereka yang tak pernah perduli akan dirimu.
Dirimu adalah kuasamu! Biar saja mereka melakukan apapun kau berhak bahagia atas dirimu!
Bukankah hidup selalu punya pilihan? Mengapa harus bersedih jika kau mampu berbahagia.
Jangan pernah berhenti untuk meraih cita sebab.. jika bukan dirimu siapa lagi yang akan kau banggakan?
Kepada kamu, wahai diri..
Jangan kau ambil hak atas dirimu yang perlu kau bahagiakan
Terpuruklah, hancurlah kemudian bangkit dan semangatlah!
Jangan menjadi lemah, hidup tak pernah ramah untuk yang lemah.
Berjuanglah hingga kau dapati kemenangan.
Karena hidupmu hanya ada dua pilihan; bangkit atau hancur.
Bekasi, 7 Februari 2018
02;27
Selasa, 06 Februari 2018
Minggu, 04 Februari 2018
Masihkah?
Hai,
Lama tak bersapa, bagaimana kabarmu sekarang?
Aku tau saat ini aku tak berhak lagi menanyakan kabarmu tapi bolehkah malam ini aku menulis untukmu? Untuk sekedar mengurangi rindu dihatiku.
Iya.
Saat ini dadaku begitu sesak karna rindu kian beranak pinak, aku tertahan dalam ingatan tentang kita yang lalu.
Maaf, maafkan aku yang telah memilih pergi dan kini aku yang menangis karna merindu seorang diri.
Banyak sekali yang ingin kusampaikan padamu, alasan dibalik kepergianku yang secara tiba-tiba. Mengapa aku dengan mudah memilih menyerah pada keadaan dan menerima lelaki lain yang bahkan aku tak mengenalnya seperti aku mengenalmu.
Mungkin kau tak percaya ini tapi saat ini aku benar-benar sedang dihukum oleh tuhan. Hatiku tak pernah merasa sesakit ini ketika harus merasakan rindu seorang diri.
Rindu itu datang ketika tak sengaja aku mendengar lagu diplaylist handphoneku.
Lagu yang pernah kau berikan untukku.
Seketika semua ingatan tentang kita yang bersama begitu saja terputar dikepalaku membuat hatiku sakit mengingat kenyataan bahwa kini aku sedang merindukanmu.
Rindu itu semakin kuat ketika aku menukan foto kita yang bersama dulu.
Maaf. Aku tak tau kata apa yang pantas untukku ucapkan selain maaf.
Maaf karna telah meninggalkan luka dalam hidupmu. Maaf untuk keputusan yang tak pernah kau duga akan secepat ini.
Maaf karena pada akhirnya aku yang lebih dulu pergi menyerah pada kenyataan.
Kemyataan bahwa kisah kita akan tetap berakhir tidak bahagia.
Malam ini aku benar-benar kehilangan kendali untuk tidak menangis ketika merasa rindu sesakit ini. Rindu akan kisah yang telah berakhir.
Apa kau merasakan sama? Apa kau pernah merindukanku sesakit ini?
Jika boleh bertanya..
Masikah aku dihatimu?
Bekasi, 4 Februari 2018
21;18
Lama tak bersapa, bagaimana kabarmu sekarang?
Aku tau saat ini aku tak berhak lagi menanyakan kabarmu tapi bolehkah malam ini aku menulis untukmu? Untuk sekedar mengurangi rindu dihatiku.
Iya.
Saat ini dadaku begitu sesak karna rindu kian beranak pinak, aku tertahan dalam ingatan tentang kita yang lalu.
Maaf, maafkan aku yang telah memilih pergi dan kini aku yang menangis karna merindu seorang diri.
Banyak sekali yang ingin kusampaikan padamu, alasan dibalik kepergianku yang secara tiba-tiba. Mengapa aku dengan mudah memilih menyerah pada keadaan dan menerima lelaki lain yang bahkan aku tak mengenalnya seperti aku mengenalmu.
Mungkin kau tak percaya ini tapi saat ini aku benar-benar sedang dihukum oleh tuhan. Hatiku tak pernah merasa sesakit ini ketika harus merasakan rindu seorang diri.
Rindu itu datang ketika tak sengaja aku mendengar lagu diplaylist handphoneku.
Lagu yang pernah kau berikan untukku.
Seketika semua ingatan tentang kita yang bersama begitu saja terputar dikepalaku membuat hatiku sakit mengingat kenyataan bahwa kini aku sedang merindukanmu.
Rindu itu semakin kuat ketika aku menukan foto kita yang bersama dulu.
Maaf. Aku tak tau kata apa yang pantas untukku ucapkan selain maaf.
Maaf karna telah meninggalkan luka dalam hidupmu. Maaf untuk keputusan yang tak pernah kau duga akan secepat ini.
Maaf karena pada akhirnya aku yang lebih dulu pergi menyerah pada kenyataan.
Kemyataan bahwa kisah kita akan tetap berakhir tidak bahagia.
Malam ini aku benar-benar kehilangan kendali untuk tidak menangis ketika merasa rindu sesakit ini. Rindu akan kisah yang telah berakhir.
Apa kau merasakan sama? Apa kau pernah merindukanku sesakit ini?
Jika boleh bertanya..
Masikah aku dihatimu?
Bekasi, 4 Februari 2018
21;18
Langganan:
Komentar (Atom)