Hai,
Lama tak bersapa, bagaimana kabarmu sekarang?
Aku tau saat ini aku tak berhak lagi menanyakan kabarmu tapi bolehkah malam ini aku menulis untukmu? Untuk sekedar mengurangi rindu dihatiku.
Iya.
Saat ini dadaku begitu sesak karna rindu kian beranak pinak, aku tertahan dalam ingatan tentang kita yang lalu.
Maaf, maafkan aku yang telah memilih pergi dan kini aku yang menangis karna merindu seorang diri.
Banyak sekali yang ingin kusampaikan padamu, alasan dibalik kepergianku yang secara tiba-tiba. Mengapa aku dengan mudah memilih menyerah pada keadaan dan menerima lelaki lain yang bahkan aku tak mengenalnya seperti aku mengenalmu.
Mungkin kau tak percaya ini tapi saat ini aku benar-benar sedang dihukum oleh tuhan. Hatiku tak pernah merasa sesakit ini ketika harus merasakan rindu seorang diri.
Rindu itu datang ketika tak sengaja aku mendengar lagu diplaylist handphoneku.
Lagu yang pernah kau berikan untukku.
Seketika semua ingatan tentang kita yang bersama begitu saja terputar dikepalaku membuat hatiku sakit mengingat kenyataan bahwa kini aku sedang merindukanmu.
Rindu itu semakin kuat ketika aku menukan foto kita yang bersama dulu.
Maaf. Aku tak tau kata apa yang pantas untukku ucapkan selain maaf.
Maaf karna telah meninggalkan luka dalam hidupmu. Maaf untuk keputusan yang tak pernah kau duga akan secepat ini.
Maaf karena pada akhirnya aku yang lebih dulu pergi menyerah pada kenyataan.
Kemyataan bahwa kisah kita akan tetap berakhir tidak bahagia.
Malam ini aku benar-benar kehilangan kendali untuk tidak menangis ketika merasa rindu sesakit ini. Rindu akan kisah yang telah berakhir.
Apa kau merasakan sama? Apa kau pernah merindukanku sesakit ini?
Jika boleh bertanya..
Masikah aku dihatimu?
Bekasi, 4 Februari 2018
21;18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar