Malam ini setelah pertemuan yang begitu membahagiakan aku memutuskan untuk mengabadikanmu dalam sekumpulan aksara, semoga bahagiaku abadi bersama tulisan yang kubuat.
Teruntuk kamu;
Lelaki yang untuk pertama kalinya mampu membuatku tertawa hingga lupa bahwa sedih sedang hidup dalam hatiku.
Betapa semesta sedang berpihak padaku ketika membuatmu memilih menjatuhkan hatimu padaku, perempuan biasa dengan segudang masalah.
Untuk pertama kalinya aku merasa betapa cinta adalah kebahagian yang nyata
Saat banyaknya orang yang terpuruk karna cinta
Kau datang menawarkan kebahagiaan atas nama cinta.
Denganmu aku merasa yakin bahwa bahagia itu sederhana tak melulu tentang lelaki romantis yang membawa setangkai mawar.
Hanya dengan lelucon sederhana mampu membuatku tertawa begitu keras.
Dicintai sebagai dirimu sendiri adalah bahagia yang sesungguhnya, maka.. inilah aku perempuan beruntung yang mendapat dirimu yang mencintaiku seutuhnya.
Karenamu;
Aku selalu menunggu pagi datang hanya untuk membaca sebaris ucapan selamat pagi yang tak pernah lupa kau berikan
Saat aku tau dirimu lelah karena seharian bekerja namun kau tetap menyapa malamku lewat sebuah telepon.
Aku semakin jatuh terlalu dalam pada cintamu.
Kau tak pernah benar-benar membuatku bersedih, Meski selisih paham masih sering kali terjadi.
Kau benar; menyatukan dua kepala bukanlah hal yang mudah.
Namun caramu tetaplah yang terbaik ketika amarahku memuncak hanya karena hal-hal kecil yang mungkin jika dibiarkan akan menjadi besar.
Inginku tak banyak,
Cukuplah kau tetap menjadi dirimu jangan pernah berubah hanya karena lelah terlebih jenuh.
Meski aku tau bahwa cinta tak melulu tentang bahagia kadang luka ikut bersamanya.
Terimakasih,
Telah menjadikan hatimu sebaik-baik rumah untuk pulang.
Dan pelukmu adalah penenang segala pelikku.
Bekasi, 26 Januari 2018
00;05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar