Jariku menari diatas kertas
aku terhanyut dalam anganku
untuk kesekian kalinya aku menulis puisi untuk mu..
malam ini ku beranikan diri mengingat kenangan lalu
dengan berpeluh luka lama yang tak kunjung kering
dengan sekuat hati aku menahan agar air dipelupuk mata ini tak menganak sungai dipipi.
mungkin aku bodoh mungkin juga aku terlalu cinta
yang membuat aku terliahat like a stupid person.
anganku melambung jauh bermain dengan kenangan demi kenangan
yang tak bisa ku lupa sedikitpun.
malam ku kelam, aku rapuh tanpamu
sejauh apapun aku menghindar sekeras apapun aku melupakan mu
tetap saja sosok mu yang selalu dicari hati ini.
namamu yang meng-indahkan puisiku
entah bagaimana aku sangat jatuh cinta padamu
aku baru sadar.. ternyata senja yang ku suka
yang membuat hati ini tenang adalah Mata mu.
"dalam diam aku mencintai mu.
Terimakasih Atas Semua Kisah Yang Pernah Terjalin"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar