Senin, 10 Februari 2014

Surat Senja

Salam tuan Artiquno.

Bagaimana kabarmu?
Ah maaf aku terlalu 'kepo' untuk tau tentang itu.
Baiklah.. aku akan langsung memberi tau tujuanku menulis surat ini


Begini tuan. Aku menulis surat ini saat senja perlahan menghilang.
Aku beranikan diri menulis surat ini untukmu.
Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit ingin membunuh rindu.
Oh maaf. Aku terlalu agresif. Ah persentan dengan itu.
Yang aku perdulikan saat ini adalah hati dan perasaanku.
Tuan. Aku dengar kau sudah memiliki dan dimiliki ya?
Ah maaf lagi karna aku yang terlalu lancang menanyakan hal ini.
Kan aku sudah bilang aku sedikit 'kepo'

 Tenanglah. Kau tak usah berfikir aku akan sedih mendengar kabar itu.
Aku baik-baik saja.
Sedikit kecewa itu wajar bukan?
Hm...begini Tuan. Jika kau masih bingung dengan kata-kata ku yang terlalu terbelit.
Aku hanya ingin menceritakan perasaan ku saat ini.
Aku tau kau tak peduli tentang ini.
Tapi ego maksa ku untuk menceritakan ini padamu.

Aku memamg tak sedih. Aku hanya kecewa dan terluka yang teramat.
Semalaman aku berpikir mengapa kau lakukan ini padaku?
Apa aku kurang sabar dalam mencintaimu selama ini?
Aku benci. Ya! Aku benci pada hatiku yang terlalu egois tidak ingin mrlupakan mu.
Sekeras apapun aku mengingkari. Hatiku akan tetap memilihmu!
Maaf aku terlalu berlebihan.

Baikalah. Aku rasa cukup.
Sebenarnya masih banyak hal yang ungin aku tanyakan dan ceritakan padamu.
Tapi.. mungkin kau tak akan menghiraukan.

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca suratku.

PS: semoga bahagia dengan pilahanmu. Jangan sakiti dia. Seperti kau menyakiti ku.

_Nanda_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar