Maaf untuk apa-apa yg membuatmu luka,
Maaf untuk luka yang membuatmu jenuh dan ingin berpaling. Percayalah..
Walau apapun yang tertulis atas nama masalalu hati ini tetap untuk masa depan ku. -kamu-
Jika kau sulit percaya, bisakah kau rasakan sedikit saja ketulusan hatiku?
Namun.. jika ingin pergi, pergilah. Bawa semua luka mu.
Sebab.. hidup adalah pilihan, apa-apa yang membuat mu luka. Tinggalkan!
Dan.. pertahankan apa-apa yg membuatmu bahagia.
Lalu.. mengapa kau masih memilih bertahan pada cinta yang menyakitkan?
Tapi..
terimakasih cinta..
Terimakasih untuk setiap tawa yang kau cipta, untuk bahagia yang kau beri. Walau aku tau kau terluka.
Terimakasih untuk memilih tetap bersamaku.
Untuk cinta yang tak pernah berkurang sedikitpun dalam luka yang selalu tercipta.
Dengar Tuan..
Aku pernah melihat senja paling jingga saat aku merindukan mu.
Dan aku pernah melihat senja paling bahagia saat kehadiranmu yang terlalu tiba-tiba.
Lalu, kebahagiaan mana lagi yg tak bisa kurasakan ?
Saat kau datang membawaku dalam dekap paling erat, mengecup keningku dengan cinta paling utuh.
Maka, tak ada lagi alasan ku untuk bersedih.
Saat kau memeluk semua rindu, saat itu juga aku merasa bahwa ketulusan itu ada.
Dirimu adalah senja, yang selalu datang walau malam kerap menyuruhnya untuk pulang.
Tak ada lagi yang ku takutkan dengan kepergian,
Karna...seberapapun jauh kau pergi cinta akan menuntun mu kembali padaku.
Dan saat itu.. aku akan menjadikan diriku sebaik-baik rumah. Tempat kau pulang merebah lelah, berbagi cerita, merengkuh semua rindu.
Dengarlah.. "aku bahagia memiliki mu yang bahagia memiliki ku."
_Nda_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar