Kamis, 14 Agustus 2014

Rasa yang bernama entah

pada sudut ruang ini hanya ada aku dan rasa yang bernama entah.
hanya ada sisa kenangan yang tak pernah hilang dari ingatan
sekeras apapun aku melupakan, yang terjadi aku malah makin mengingatnya.
namun.. semakin aku mengingat seamkin aku merasakn rasa yang bernama entah.
tak ada lagi kita -aku dan kamu- saat ini.
hanya ada aku dan kenangan yang tak pernah hilang

sore kehilangan pesonanya saat dusta menyelimuti hubungan yang telah lama terjaga.
aku tak akan menuntut apapun karna hal ini.
karna ku tau, sekeras apapun aku menjaga jika takdir ku bukan dengan mu.
pada akhirnya aku akan rela melepaskan mu.
maaf untuk setiap aksara yang membuat perasaan mu bertanya-tanya.
usah khawatir, aku tetap mencintaimu walau akhirnya aku tetap merelakan mu untuk yang lain.

mungkin tuhan ingin membuat ku tau arti menjaga sebelum aku kehilangan.
perihal melepaskan, melepaskan mungkin merelakan yang tak direlakan untuk pergi.
melepaskan bukan berarti tak cinta, mungkin cinta punya cara tersendiri untuk membuat yang tercinta bahagia, dengan melepaskan dan merelakan yang tercinta pergi, mungkin.
masih soal melepaskan dan merelakan, hal tersulit memang melepaskan tapi akan lebih sulit jika bertahan dengan cinta diatas dusta.


saat ini biarlah aku merasakan rasa ynag bernama entah
yang membuat hari menjadi kelam,.
pergilah dan cari kebahagian mu diluar jika dengan begitu bisa membuat bahagia
jangan paksakan hati, sebalum rasa ini semakin dalam.


Rabu, 23 Juli 2014

diam

Perihal rindu, cinta dan setia. Aku merasakan bahwa ketulusan tak lagi setulus dulu, dalam sebait kata ijinkan aku menulisan apa-apa yang membuatku ragu. Aksara memang selalu bisa mengartikan setiap rasa yang dirasa oleh sang puan.

Ini aku yang diam. Dengan seribu pertanyaan yang memutar dalam pikiranku yang kalut.
Ini aku yang diam. Dengan hati yang gelisah. Masih utuh kah hati itu mencintai ku ?
Ini aku yang masih diam. Dengan rasa yang entah bernama apa.
Yang membuat hati tak lagi sebahagia dulu.

Masih tentang diam, bagaimana bisa aku terus meyakinkan hati untuk mencinta sementara logika mulai meminta untuk berhenti mencinta.
O, tuan. Yakinkan lagi hatiku untuk tetap bertahan dalam cinta atas nama setia.
Dekap aku dengan rasa setulus mungkin.
Kecup aku dengan cinta yang tak pernah padam.

Sabtu, 07 Juni 2014

Aku bahagia memiliki mu yang bahagia memiliki ku.

Maaf untuk apa-apa yg membuatmu luka,
Maaf untuk luka yang membuatmu jenuh dan ingin berpaling. Percayalah..
Walau apapun yang tertulis atas nama masalalu hati ini tetap untuk masa depan ku. -kamu-
Jika kau sulit percaya, bisakah kau rasakan sedikit saja ketulusan hatiku?
Namun.. jika ingin pergi, pergilah. Bawa semua luka mu.
Sebab.. hidup adalah pilihan, apa-apa yang membuat mu luka. Tinggalkan!
Dan.. pertahankan apa-apa yg membuatmu bahagia.

Lalu.. mengapa kau masih memilih bertahan pada cinta yang menyakitkan?

Tapi..
terimakasih cinta..
Terimakasih untuk setiap tawa yang kau cipta, untuk bahagia yang kau beri. Walau aku tau kau terluka.
Terimakasih untuk memilih tetap bersamaku.
Untuk cinta yang tak pernah berkurang sedikitpun dalam luka yang selalu tercipta.

Dengar Tuan..
Aku pernah melihat senja paling jingga saat aku merindukan mu.
Dan aku pernah melihat senja paling bahagia saat kehadiranmu yang terlalu tiba-tiba.
Lalu, kebahagiaan mana lagi yg tak bisa kurasakan ?
Saat kau datang membawaku dalam dekap paling erat, mengecup keningku dengan cinta paling utuh.
Maka, tak ada lagi alasan ku untuk bersedih.
Saat kau memeluk semua rindu, saat itu juga aku merasa bahwa ketulusan itu ada.
Dirimu adalah senja, yang selalu datang walau malam kerap menyuruhnya untuk pulang.
Tak ada lagi yang ku takutkan dengan kepergian,
Karna...seberapapun jauh kau pergi cinta akan menuntun mu kembali padaku.
Dan saat itu.. aku akan menjadikan diriku sebaik-baik rumah. Tempat kau pulang merebah lelah, berbagi cerita, merengkuh semua rindu.
Dengarlah.. "aku bahagia memiliki mu yang bahagia memiliki ku."


_Nda_

Selasa, 06 Mei 2014

190214

Dear Lelakiku..
terimakasih sudah berbesar sabar mencintaiku.
sudah mempercayakkan hati mu padaku.
aku percaya perkenalan kita bukan sebuah hal yang kebetulan.
aku merasa bahagia karna semesta telah membawa mu padaku.
aku.. yang terluka oleh cinta masalalu, aku yang hatinya telah redup
karna kenangan masalalu.. yang dihantui oleh bayang masalalu..
lalu kau datang membawa cinta. menjadi warna bagi hatiku yang kelam..
menjadi bintang pada setiap malam ku yang gelap.
mengindahkan lagi puisiku..

Malam ini akan ku tulis tentang rindu yang tak pernah ramah setiap kali Ia datang.
Jadi begini tuan. Sudah dengan malam yang berbeda masih dengan rindu yang sama.
Entah apa-apa tentangmu seperti memanggil rindu ini.
Datanglah tuan. bawa aku kepeluk mu.
Agar kau dengar debar rindu ini.
Tenanglah tuan. Seberapapun aku mengingat masalalu tetap hanya ada namamu dihatiku.
Usah kau ragu. Telah ku jaga setia atas nama cinta.
Aku akan menjadikan diriku rumah sebaik-sebaik tempatmu kembali merebah lelah. Tempatmu pulang kala rindu egois.

Ada yang berbahagia malam ini. Puisiku yang menemukan mu didalmnya.
Namamu yang mengindahkan puisiku.
Datanglah tuan. Peluk aku agar rindu mati dalam dekapanmu.
Ajari aku agar bisa mencintaimu.lebih lagi.
Akan ku jaga hati sebaik-sebaik setia.


Senin, 17 Maret 2014

just post.

Dibawah langit malam tanpa bintang ini aku memilih diam dalam sepi ku.
Aku digigilkan lagi oleh luka kebohongan dari yang kata nya 'mencintai' ku.
Semesta ku kelam karna satu pengakuan.
Malamku semakin kelam saat tau kau mendusta.
Apa ini yang dinamakan cinta ?
Aku terluka oleh dia yang katanya 'sayang'
Ternyata aku tlah salah menilai lelaki ku.
Yang ku pikir dia tulus nyata nya dia berdusta.
Yang ku pikir dia mencinta nyata nya aku terluka.
Bagaimana bisa aku percaya pada cinta yang katanya membahagia.kan tapi selalu luka yang ku dapat ?
Kenapa kau yang mebawa cahaya kecil itu dihatiku namun kau juga yang memadamkan cahaya itu Tuan ?
Aku telah percayakan hatiku padamu.
Untuk kau jaga bukan kau lukai.

"Aku mencintai mu. Hanya saja kecewa ku lebih besar saat ini.

Senin, 10 Maret 2014

Sebuah akhir untuk awal yang lebih baik

Semua pertanyaan yang sudah lama terpendam dihati dan pikiran.
Akhirnya hari ini terjawab sudah.
Terimakasih untuk setiap jawaban atas pertanyaan ku hari ini.
Terimakasih untuk semua luka yang kau beri selama 2tahun ini.
Baiklah.. saat ini aku akan menjadi diriku.
Melupakan apapun tentang 'kita'.
Meredam luka. Memulihkan hati untuk seseorang disana yang telah berbesar sabar mencintai ku.
Aku akan menjauh pergi.. perlahan menghilang.
Bukankah itu yang kau mau tuan?
Tenanglah. Jika selama ini yang kau lakukan adalah agar aku membencimu, saat ini itu sudah terwujud. Aku sudah membenci mu. Bahkan sangat amat membenci mu.
Jika kau bilang aku terlalu baik untuk mu bahkan untuk menjadi temanmu. Biarlah saat ini aku akan menjadi yang terbaik untuk lelaki ku saat ini.
Tak usah kau pikirkan bagaimana cara aku melupakan mu dengan cepat.
Aku tak akan melupakan mu apalagi semua tentang 'kita'.
Bukankah masalalu itu untuk dijadikan pelajaran? Bukan untuk dilupakan kan? :)
Jadi. Saat ini aku akan berbesar sabar untuk setiap luka yang kau beri. Aku akan berteman dengan kenangan sampai hati terbiasa tak mengingat mu lagi.

"Akan ku akhiri rasa ini dan mencintai dia yg pantas mendapatkan hati ini. Mungkin ini sebuah akhir untuk awal yang lebih baik"

Senin, 10 Februari 2014

Surat Senja

Salam tuan Artiquno.

Bagaimana kabarmu?
Ah maaf aku terlalu 'kepo' untuk tau tentang itu.
Baiklah.. aku akan langsung memberi tau tujuanku menulis surat ini


Begini tuan. Aku menulis surat ini saat senja perlahan menghilang.
Aku beranikan diri menulis surat ini untukmu.
Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit ingin membunuh rindu.
Oh maaf. Aku terlalu agresif. Ah persentan dengan itu.
Yang aku perdulikan saat ini adalah hati dan perasaanku.
Tuan. Aku dengar kau sudah memiliki dan dimiliki ya?
Ah maaf lagi karna aku yang terlalu lancang menanyakan hal ini.
Kan aku sudah bilang aku sedikit 'kepo'

 Tenanglah. Kau tak usah berfikir aku akan sedih mendengar kabar itu.
Aku baik-baik saja.
Sedikit kecewa itu wajar bukan?
Hm...begini Tuan. Jika kau masih bingung dengan kata-kata ku yang terlalu terbelit.
Aku hanya ingin menceritakan perasaan ku saat ini.
Aku tau kau tak peduli tentang ini.
Tapi ego maksa ku untuk menceritakan ini padamu.

Aku memamg tak sedih. Aku hanya kecewa dan terluka yang teramat.
Semalaman aku berpikir mengapa kau lakukan ini padaku?
Apa aku kurang sabar dalam mencintaimu selama ini?
Aku benci. Ya! Aku benci pada hatiku yang terlalu egois tidak ingin mrlupakan mu.
Sekeras apapun aku mengingkari. Hatiku akan tetap memilihmu!
Maaf aku terlalu berlebihan.

Baikalah. Aku rasa cukup.
Sebenarnya masih banyak hal yang ungin aku tanyakan dan ceritakan padamu.
Tapi.. mungkin kau tak akan menghiraukan.

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca suratku.

PS: semoga bahagia dengan pilahanmu. Jangan sakiti dia. Seperti kau menyakiti ku.

_Nanda_