Selasa, 06 Februari 2018

Bangkit atau hancur

Kepada kamu, wahai diri..
Pesan ini kubuat untukmu yang semakin lama semakin lupa apa itu berjuang bukankah hidup memang perjuangan? Jika kau menyerah maka kau kalah!
Mengapa saat ini kau memilih untuk kalah jika kemenangan bisa kau raih meski harus tertatih.
Jangan pernah merasa sendiri karena aksara akan selalu menemani ketika kau merasa sepi
Ingatlah bahwa dunia berputar, hari tetap berganti dan jam terus berjalan akan ada pelangi setelah hujan dan terang setelah gelap.


Mengapa kau begitu terpuruk dan hampir hancur hanya karena mereka yang tak pernah perduli akan dirimu.
Dirimu adalah kuasamu! Biar saja mereka melakukan apapun kau berhak bahagia atas dirimu!
Bukankah hidup selalu punya pilihan? Mengapa harus bersedih jika kau mampu berbahagia.
Jangan pernah berhenti untuk meraih cita sebab.. jika bukan dirimu siapa lagi yang akan kau banggakan?

Kepada kamu, wahai diri..
Jangan kau ambil hak atas dirimu yang perlu kau bahagiakan
Terpuruklah, hancurlah kemudian bangkit dan semangatlah!
Jangan menjadi lemah, hidup tak pernah ramah untuk yang lemah.
Berjuanglah hingga kau dapati kemenangan.

Karena hidupmu hanya ada dua pilihan; bangkit atau hancur.

Bekasi, 7 Februari 2018
02;27

Minggu, 04 Februari 2018

Masihkah?

Hai,
Lama tak bersapa, bagaimana kabarmu sekarang?
Aku tau saat ini aku tak berhak lagi menanyakan kabarmu tapi bolehkah malam ini aku menulis untukmu? Untuk sekedar mengurangi rindu dihatiku.
Iya.
Saat ini dadaku begitu sesak karna rindu kian beranak pinak, aku tertahan dalam ingatan tentang kita yang lalu.
Maaf, maafkan aku yang telah memilih pergi dan  kini aku yang menangis karna merindu seorang diri.


Banyak sekali yang ingin kusampaikan padamu, alasan dibalik kepergianku yang secara tiba-tiba. Mengapa aku dengan mudah memilih menyerah pada keadaan dan menerima lelaki lain yang bahkan aku tak mengenalnya seperti aku mengenalmu.
Mungkin kau tak percaya ini tapi saat ini aku benar-benar sedang dihukum oleh tuhan. Hatiku tak pernah merasa sesakit ini ketika harus merasakan rindu seorang diri.
Rindu itu datang ketika tak sengaja aku mendengar lagu diplaylist handphoneku.
Lagu yang pernah kau berikan untukku.
Seketika semua ingatan tentang kita yang bersama begitu saja terputar dikepalaku membuat hatiku sakit mengingat kenyataan bahwa kini aku sedang merindukanmu.
Rindu itu semakin kuat ketika aku menukan foto kita yang bersama dulu.


Maaf. Aku tak tau kata apa yang pantas untukku ucapkan selain maaf.
Maaf karna telah meninggalkan luka dalam hidupmu. Maaf untuk keputusan yang tak pernah kau duga akan secepat ini.
Maaf karena pada akhirnya aku yang lebih dulu pergi menyerah pada kenyataan.
Kemyataan bahwa kisah kita akan tetap berakhir tidak bahagia.


Malam ini aku benar-benar kehilangan kendali untuk tidak menangis ketika merasa rindu sesakit ini. Rindu akan kisah yang telah berakhir.
Apa kau merasakan sama? Apa kau pernah merindukanku sesakit ini?
Jika boleh bertanya..
Masikah aku dihatimu?



Bekasi, 4 Februari 2018
21;18

Selasa, 30 Januari 2018

Terimakasih..kamu.

Malam ini setelah pertemuan yang begitu membahagiakan aku memutuskan untuk mengabadikanmu dalam sekumpulan aksara, semoga bahagiaku abadi bersama tulisan yang kubuat.

Teruntuk kamu;
Lelaki yang untuk pertama kalinya mampu membuatku tertawa hingga lupa bahwa sedih sedang hidup dalam hatiku.
Betapa semesta sedang berpihak padaku ketika membuatmu memilih menjatuhkan hatimu padaku, perempuan biasa dengan segudang masalah.
Untuk pertama kalinya aku merasa betapa cinta adalah kebahagian yang nyata
Saat banyaknya orang yang terpuruk karna cinta
Kau datang menawarkan kebahagiaan atas nama cinta.
Denganmu aku merasa yakin bahwa bahagia itu sederhana tak melulu tentang lelaki romantis yang membawa setangkai mawar.
Hanya dengan lelucon sederhana mampu membuatku tertawa begitu keras.
Dicintai sebagai dirimu sendiri adalah bahagia yang sesungguhnya, maka.. inilah aku perempuan beruntung yang mendapat dirimu yang mencintaiku seutuhnya.

Karenamu;
Aku selalu menunggu pagi datang hanya untuk membaca sebaris ucapan selamat pagi yang tak pernah lupa kau berikan
Saat aku tau dirimu lelah karena seharian bekerja namun kau tetap menyapa malamku lewat sebuah telepon.
Aku semakin jatuh terlalu dalam pada cintamu.


Kau tak pernah benar-benar membuatku bersedih, Meski selisih paham masih sering kali terjadi.
Kau benar; menyatukan dua kepala bukanlah hal yang mudah.
Namun caramu tetaplah yang terbaik ketika amarahku memuncak hanya karena hal-hal kecil yang mungkin jika dibiarkan akan menjadi besar.
Inginku tak banyak,
Cukuplah kau tetap menjadi dirimu jangan pernah berubah hanya karena lelah terlebih jenuh.
Meski aku tau bahwa cinta tak melulu tentang bahagia kadang luka ikut bersamanya.

Terimakasih,
Telah menjadikan hatimu sebaik-baik rumah untuk pulang.
Dan pelukmu adalah penenang segala pelikku.


Bekasi, 26 Januari 2018
00;05

Senin, 29 Januari 2018

Untittle.

Katamu; apapun asal aku bahagia nyatanya sedih masih hidup dalam hatiku gelisah masih mengusik malamku dilema terus bermain dalam kepalaku
Bagaimana bisa aku seyakin itu padamu dengan mudah memberikan hatiku utuh untukmu menaruh banyak harap pada dirimu.
Kau benar. Banyak sekali kejutan yang kau beri untukku, terlalu banyak hingga aku telat menyadari satu hal. Bahwa kau hanya manusia bisa yang sama sepertiku. Bukan hanya kejutan yang membuatku bahagia tapi juga yang membuatku terluka.


Terlalu sering membuat hatiku melambung tinggi hingga aku lupa kau mampu menjatuhkannya kapanpun kau mau.
Malam ini untuk pertama kalinya aku tak menemukanmu dalam puisiku.
Semestaku berduka dan hanya mampu menuangkan segalanya pada sebaris aksara. Karena entah kepada siapa aku harus bercerita. Cerita tentang hilangnya kamu dalam diriku.


Kemana dirimu yang katanya ingin melihatku bahagia.
Ah, maaf. Mungkin aku terlalu berlebihan.
Aku lupa mungkin kau butuh ruang sendiri. Bahwa hidupmu bukan hanya tentang aku dan bahagiaku.
Maaf jika aksara ini mengganggu mu.


Bekasi, 29 Januari 2018
00;15