Sabtu, 27 Februari 2016

Semoga.

Surat ke21 hari ke-29


Hai, Bae.
biar kusebut kau begitu karna aku tak mau lagi memanggilmu dengan nama. Tp bukankah itu panggilanmu, Mungkin kau bertanya-tanya kenapa aku menulis surat untukmu lagi  bukankah disurat sebelumnya aku bilang itu yang terakhir? Biar kujelaskan sedikit Bae. Aku terlalu lelahdan tersiksa dengan perasaanku. Aku tak tau lagi kemana dan kepada siapa kujelaskan perasaan ini, maka. Surat adalah pilihan terakhirku mengutarakan apapun yang kurasa saat ini, kau boleh membacanya atau jika kau tak berkenan untuk membacanya tak apa. Aku tak akan marah karna aku menulis untuk rasaku bukan untuk sesiapapun.

Bae.
Belakangan ini aku sering mendengarkan radio yang aku pikir akan menemukan lagu-lagu barat terupdate tapi yang terdengar beberapa kali adalah lagu yang memang sepertinya mengisahkan tentang perbedaan. Hatiku tersentuh. Teringat sesuatu. Bae. ada satu lagu lagi yang benar-benar mewakilkan perasaanku saat ini. Kalau kau ada waktu kau boleh mendengarkan lagunya. Akan kuberitahu nanti ya. Bae, apa aku boleh bertanya? Tentang masalalumu.

Bae.
Masih adakah masalalu itu dihatimu? sesering apa kau mengingatnya? Apa masih ada rasamu untuknya? Jika kau keberatan untuk menjawabnya cukuplah kau jawab dalam hatimu. Bae, yang harus kau tau. Aku mungkin memiliki rasa yang lebih padamu tapi aku tak pernah berharap lebih untuk bisa memilikimu utuh. Aku terlalu sadar diri kepada siapa aku jatuh cinta. Yang perlu kau tau Bae, panggilan sayang saja tak cukup untuk membuktikan bahwa rasamu sama seperti rasaku.

Bae,
Semoga masalalu itu benar-benar sudah menjadi masalalu, semoga kata sayang itu memang benar bahwa kau mulai memiliki rasa sayang padaku. Semoga kata-kata manis itu bukan sekedar bualan untuk membuatku senang.

Dari aku. Perempuan asing yang mencintaimu.


(Bukan) hari terakhir

Surat ke20 hari ke-28

Hai, kalian.
Iya. Kalian. Yang selalu bisa jadi moodboster disaat banyak moodbreaker. Yang paling bawel diantara yang lain. Yang paling 'rese' sii pengganggu saat aku membuat surat. Nih ya! Surat ini kubuat khusus untuk kalian sii pengganggu.

Kalian.
disurat ini tak banyak yang ingin aku sampaikan. Hanya sedikit rasa terimakasih dan rasa bangga karna tuhan mengirim kalian untuk menjadi temanku. Membuatku betah berlama-lama berceloteh banyak hal yang (tidak) penting. Terimakasih karna sudah menjadi sebaik-baik penghibur ditengah penatnya hari. Terimakasih sudah menjadi pendengar yang baik untuk setiap curhatan.

Kalian.
Semoga setelah ini masih ada hari-hari yang lain yang sama seperti hari ini. Semoga masih ada kecerian seperti hari ini. Semoga setelah hari ini masih ada pertanyaan "Baper apa sih?" Semoga setelah hari ini masih ada kebersamaan seperti ini.

Kalian. -ketumbar dan Abaaang-
Terimakasih untuk setiap canda dan tawa. Semoga kita tetap menjadi kita dengan ataupun tanpa hari ini. Semoga kami -aku dan ketumbar- tetap menajadi adik yang paling bawel, dan mrnyusahkan.  Semoga pertemuan kita tak disertai dengan perpisahan.

Ps; terimakasih untuk support yang tak pernah hilang.

Dari aku, "perempuan ndut yang sering menyusahkan kalian."

Minggu, 21 Februari 2016

Dear Tuhan.

Surat ke 19 hari ke-23


Dear tuhan.
Hari ini tepat hari ke-159 kesayanganku kau ambil. Maaf jika aku tak pernah bisa untul benar-benar menghilanglan kesedihanku karna kematian itu. Tuhan. Maaf jika aku selalu menagisi kepergiannya. Aku tak pernah tau bagaimana menyikapi kehilangan itu. Kesedihan rasanya tak pernah benar-benar pergi dari hidupku. Tuhan. apa aku boleh meminta agar surat ini sampai kepadanya?

Dear Tuhan,
Kesayanganku adalah sepupu sekaligus sahabatku yang telah lebih dulu menghadmu. Yang telah lebih dulu meninggalkan kami semua yang sayang padanya. Maaf tuhan. Maaf jika aku terlalu sering menagisinya, merindukannya. Aku hanya tak bisa percaya kau lebih sayang padanya sampai kau memanggilnya lebih dulu. Tuhan, jika aku boleh mengeluh lagi. Kenapa harus secepat itu kematiannya datang. Rasanya aku tak percaya kehilangan dia secepat itu. Bahkan dampai detik inipun aku tak pernah berhenti menangisinya.

Dear tuhan,
Aku rindu padanya, aku rindu akan kegilaan yang tercipta ketika aku dan dia bersama. Aku rindu berbagi banyak hal dengannya. Tuhan, jika boleh meminta aku ingin sekali lagi waktu diulang. Aku ingin mengulang semua hal yang pernah kita lewatkan.

Ps; Ema TriUtama(Tama) gue kangen kegilaan kita! Gue kangen ga ada lagi yang bisa gue ajak cerita. Btw. Kita punya ponakan baru! Ar-Shaka Ranji Alden. Me miss u Ma:")

Sabtu, 20 Februari 2016

Ketumbar Jatuh Cinta

Surat ke 18 hari ke-21


Dear ketumbar.
Surat ini kubuat real karna memang aku ingin menulis surat untukmu yang sedang jatuh cinta. Bukan karna paksaan darimu seperti surat sebelumnya hhehe. Mungkin saat kau baca surat ini nanti kau akan senyum-senyum sendiri atau mungkin kau akan bilang "aaakk~ sosweet" atau malah meneriakin namaku karna aku tidak bilang ingin membuat surat untukmu.

Ketumbar,
Sepertinya semesta sedang ingin menghiburmu disaat banyaknya masalah yang sedang kau alami. Semesta ingin membuatmu tersenyum dengan membuatmu jatuh cinta pada seorang pemuda yang tak pernah kau duga bisa membuat hatimu begitu bahagia ketika kau berbalas pesan dengannya. Bagaimana rasanya jatuh cinta? Indah bukan? Semoga kau tak merasakan pahitnya cinta, nikmatilah rasamu sekarang usah kau hiraukan jika aku mulai mengusikmu dengan candaan menyebalkan!

Ketumbar,
Terimakasih karna telah memberiku inspirasi menulis saat aku tak ingin menulis surat karna tak punya tujuan. Terimakasih karna cerita-ceritamu membuatku semangat menulis surat (lagi) untukmu, teruslah cerita karna aku akan tetap menjadi pendengar setia untukmu menjadi tempat curhat sebaik mungkin.

Bahagialah karna semesta sedang ingin melihatmu tersenyum.

Dari aku, yang katanya 'kembar' denganmu.

Selasa, 16 Februari 2016

Sebaris ucapan

Surat ke 16 hari ke-18

Untuk yang sedang bertambah usia hari ini! Selamat ulang tahun teteh Nur! Semoga surat ini bisa membuatmu sedikit tersenyum ditanggal kelahiranmu. Semoga kau tak bosan menerima surat dariku karna aku tak tau harus bagaimana mengucapkan selamat kepadamu yang memang kita hanya bertemu didunia maya.

Selamat ulang tahun teh Nur!
Semoga kesehatan pun kebahagian selalu bersamamu , tetap menjadi wanita kuat, tegar dalam setiap cobaan hidup. Sabar disetiap penantian. Bahagialah selalu karna kau berhak untuk bahagia. Terus berjuang untuk apapun yang kau impikan. Mengeluhlah jika memang kau tak sanggup lagi. Lalu bangkitkan lagi semangat dan kekuatanmu. Teruslah menulis karna aksara adalah sebaik-baik teman saat tak ada lagi yang mengerti apa yang sedang dirasa.

Selamat ulang tahun. Jangan jadi tua menyebalkan ya! :p

Dari aku, perempuan kecil yang kau semangati.

Senin, 15 Februari 2016

Lelaki Comel

Surat ke 15 hari ke-17

Hoolla Jay!
Semoga kau tidak terkejut mendapat surat dari seorang perempuan ndut yang baru kau kenal. Sebelumnya biar kuperjelas, saat ini ditwitter ada sebuah even dibulan Februari ini #30HariMenulisSuratCinta. Bukan jay. Ini bukan surat cinta yang kubuat untukmu. Melainkan surat biasa yang dibuat oleh seorang perempuan yang tersentuh hatinya setelah mendengar cerita kecelakaan yang kau alami.

Jay,
Surat ini kubuat beberapa jam setelah aku mendengar ceritamu. Saat itu Jay, aku berusaha sebisa mungkin agar airmata ku tak jatuh menetes. Bukan jay. Aku bukan berlebihan. Memang seperti yang aku rasa tadi saat mendengar perjuanganmu melawan maut. Sedih, salut, bahagia bercampur menjadi satu. Sedih ketika tau ternyata kau tak sesehat yang kulihat. Tak sebahagia yang ku tau. Salut. Aku salut karna kau tak pernah mengeluh bertahan dengan satu ginjal. Dan bahagia karna kau saat ini masih berdiri tegar.

Jay,
Kau tau? Sifatmu mengingatkan ku pada seseorang. Bukan jay. Bukan mantan atau gebetan. Almh.sepupu ku.
Tidak 100% sama hanya kejailan dan ke'comelan' mu. Kau bilang kau tau bagaimana rasanya kehilangan teman. Jika aku boleh bercerita sedikit, aku sudah tau rasanya bagaimana. Aku kehilangan teman, sahabat sekaligus sepupu. Iya. Dia meninggal 2bulan sebelum ulang tahunnya. Yang bikin aku lebih kehilangan ulang tahunku dengannya hanya beda 1hari. Saat itu aku benci pada kehilangan.

Jay,
Jangan salah paham karna aku membuat surat ini real sebagai teman yang salut padamu. Bukan untuk menarik perhatianmu. Bukan juga untuk mendapatkan hatimu.
Ini adalah caraku berterimakasih untuk segelas Es kelapa dan selembar gravity yang kau buat untuku.

Teruslah menjadi periang seperti yang kukenal. Semoga sehat dan bahagia selalu. Semangat untuk skripsi nya ya!

Dari aku, perempuan ndut yang baru kau kenal.

Minggu, 14 Februari 2016

Dear ketumbar

Surat ke 14 hari ke-16

Dear Afriyanti.
Surat ini kubuat khusus untukmu. Kenapa? Karna jika biasanya aku menulis surat saat sedang bersamamu karna memang pekerjaan yang menuntut kita untuk berdua saja. Kali ini aku menulisnya saat aku sedang sendiri.
Teman, Jadi gimana rencana kita tahun ini? Harus gagal lagikah? Semoga tidak.
Teman. Hidup kita terlalu rumit bahkan sulit. Tapi kita harus strong ya?


Teman,
Mungkin kita belum terlalu dekat. Atau bahkan masih banyak hal tentangmu yang belum kuketahui pun sebaliknya. Disurat ini aku ingin mengucapkan terimakasih untuk setiap tawa yang tercipta.
Terimakasih karna selalu berbagi infomarsi tentang banyak hal yang memang aku membutuhkannya.
Terimakasih karna tak meningkalkan ku saat aku merasa hidupku yang paling sulit. Terimakasih karna tak membiarkanku merasa bahwa hidup ini tak adil.

Teman,
Mari kita lebih keras lagi berusaha untuk mewujudkan setiap impian yang tercipta. Lebih semangat menjalani hidup dan lebih tabah menghadapi setiap rintangan.

Dari aku. Yang "katanya kembar" denganmu.

Sabtu, 13 Februari 2016

Semangat menulis

Surat ke 12 hari ke-14

Hallo Teh.
Sedang apa? Bagaimana harimu Teh? Oke. Baiklah aku terlalu basa-basi. Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih untuk suratmu tempo hari. Saat itu Teh, aku spechless membacanya. Bahagia dan terharu. Karna suratmu adalah yang pertama untukku. Kali pertama aku mendapat surat dari sesama penyair.

Teh.
Saat aku menulis surat ini hatiku sedang dalam keadaan tidak baik. Karna sedang dihadapkan pada 2pilihan. Bukan teh. Bukan tentang lelaki. Ini tentang pekerjaan.
Jadi maaf ya kalau suratku tak sebagus surat yang kau kirim padaku.

Teh.
Kurasa pujian itu memang pantas untukmu karna tulisanmu mampu membuatku merasakan apa yang kau rasa. Jika kau bilang karna pesanku membuat semangat menulismu bangkit kembali maka akan ku beritahu kau sesuatu. Ketika aku membaca suratmu saat itu rasanya semangat menulisku semakin banyak. Tak perduli jika yang kubuat adalah aksara sampah atau tak berguna. Aku menulis karna hobi. Ketika itu teh. Aku merasa sangat bahagia karna memiliki teman baru yang mengerti betapa menulis adalah hal menyenangkan. Menuangkan sejumlah aksara pada setiap kertas ketika tak ada lagi yang mampu mengerti apa yang sedang dirasa.

Teh.
Mari kita menulis lebih sering lagi. Membuat sejumlah aksara menjadikannya sebuah paragraf jika ada kesempatan menjadikannya sebuah karya yang akan dikenal oleh banyak orang.

Dari aku, perempuan kecil yang kau semangati.

Kamis, 11 Februari 2016

Sebuah perbedaan.

Surat kesebelas hari ke-13

Hai Karel.
Sedang apa kau sekarang? Bagaimana kabarmu hari ini? Boleh aku bertanya sesuatu (lagi) padamu?
Karel. Kau tau? Hari ini dikotaku matahari tak menampakkan dirinya langit kelam. Seperti hatiku saat ini. Kelam. Kelabu. Abu-abu.

Karel. Kenapa ya harus ada perbedaan diantara kita. Aku baik-baik saja dengannya. Aku hanya kecewa. Bagaimana tidak. Aku bahagia sekali ternyata kau punya rasa yang sama. Saat itu aku bahagia sekaligus kecewa. Karna kau bilang kita berbeda keyakinan.
Mungkin benar. Terkadang tuhan hanya mempertemukan bukan mempersatukan. Seperti kau dan aku sekarang. Kita dipertemukan. Pertemuan tidak sengaja perkenalan yang singkat tapi menumbuhkan sebuah rasa.

Karel, sepertinya aku akan berhenti menulis surat untukmu. Biarlah ini menjadi surat terakhir yang kubuat untuk mu. Terimakasih karna telah sudi menjadi topik disetiap tulisanku. Kini. Biarlah aku menulis surat tanpa penerima. Terimakasih karna telah membalas rasaku. Jangan pernah berfikir untuk menjauh karna sebuah perbedaan. Jangan pernah pergi tanpa pamit.

Dari aku, yang mencintaimu.

Rabu, 10 Februari 2016

Sebuah jawaban untuk segala tanya

Surat ke 10 hari ke-12

Hai kamu.
Bagaimana kabar (hati) mu hari ini? Ah. Sepertinya yang seharusnya ditanya adalah aku. Bagaimana kabar (hati) ku setelah mendapat jawaban dari semua tanyaku. Kabar hatiku baik-baik saja. Masih baik. Semoga akan selalu baik.

Apa kau bingung?
Bukankah disurat sebelumnya aku sudah katakan. Aku sudah tau apa yang akan terjadi antara kau dan aku.
Lalu. Apa aku tidak sakit mendengar jawaban itu? Sakit. Sangat sakit. Aku sakit ketika fikiranku tentangmu adalah benar adanya. Kita -aku dan kamu- dapat melihat namun tak dapat bersentuhan. Kita terhalang oleh dinding kaca.

Kamu.
Terimakasih sudah mau membaca surat-suratku. Menjawab setiap pertanyaan. Abaikan saja tentang hatiku yang sakit. Aku hanya perlu waktu untuk menerima semua.
Terimakasih untuk setiap jawaban yang kau beri.

Dari aku. Perempuan asing yang mengagumi mu.


(Bukan) PHP

Surat ke 9 hari ke-11

Hai Karel.
Aku menulis satu surat lagi untukmu. Apa kau meresa terganggu dengan tulisanku? Jika iya. Maka ini adalah surat terakhir yang kubuat untukmu. Jika tidak. Bersiaplah akan ada beberapa surat lagi yang akan datang kepadamu.
Jadi. Sekali lagi aku tanya apa kau merasa terganggu?

Karel. Apa aku boleh bertanya sekali lagi? Apa kau merasa aku seperti gadis yang tidak tau malu karna terlalu sering menceritakan isi hatiku?
Tak perlu kau jawab. Cukup kau nilai sendiri. Maaf karna aku selalu menjadikanmu topik dalam setiap tulisanku. Tujuan suratku.

Karel. Maaf lagi. Karna aku tak bisa mengendalikan ego ku. Pernah sekali aku memilih menjauh namun egoku semakin besar. Hatiku terlalu egois untuk tetap memilih bertahan dan mencarimu lagi. Mungkin kedengarannya berlebihan tapi percayalah. Aku menulis sesuai dengan apa yang aku rasa. Abaikan saja jika kau merasa aku terlalu berlebihan.

Karel. Aku pernah merasa kau seperti memberiku sebuah harapan. Saat sikapmu begitu manis dan peduli padaku. Lalu kemudian dihari yang lain kau begitu acuh padaku. Aku tak mengerti apa maksud dibalik sikapmu yang seprti itu. Sampai detik ini aku masih belum bisa menyebutmu seorang Pemberi Harapan Palsu. Semoga dengan sikapmu yang seperti ini aku masih bisa percaya kalo kamu bukan seorang pemberi harapan palsu.

Dari aku. Perempuan asing yang mengagumi mu.

Senin, 08 Februari 2016

(Mungkin) Bukan Namaku

Surat ke 8 hari ke-9

Hai kamu.
Iya kamu. Yang sering hadir disetiap khayalku tujuan dari surat-suratku. Kamu. Yang tak pernah aku mengerti sikapmu.

Maaf (lagi) disurat kali ini aku lebih 'frontal' karna aku lelah menebak siapa perempuan yang kau maksud, bagaimana perasaanmu setelah membaca surat-suratku. Dan apa yang ingin kau bicarakan sampai kau begitu nekat ingin menelfonku.

Kamu. Yang sikapnya tak pernah aku mengerti. Apa yang kau mau apa yang kau pikirkan tentang tulisanku.
Kau bilang ada wanita yang datang dalam hidupmu disaat yang tidak tepat. Kemudian kau bilang hanya ada satu nama yang belakangan ini memenuhi pikiranmu. Ada satu nama yang hanya ada dihatimu. Apa aku boleh bertanya?
Siapa nama itu? Tak perlu kau jawab. Cukup kau baca surat-suratku dengan baik. Tak perlu kau pikirkan apa maksudku menulis surat ini.

Kamu. Banyak sekali yang ingin aku tanyakan padamu. Tentang siapa yang kau maksud pada setiap tulisan yang kau buat di bbm. Satu nama yang ada dihatimu. Mungkinkah satu nama itu aku? Atau mungkin bukan namaku.

Dari aku. Perempuan asing yang menyukaimu.

Minggu, 07 Februari 2016

Surat ke-7

Surat ke 7 hari ke-8

Selamat siang Karel.
Hari ini hujan turun lagi sepertinya langit ikut berduka atas apa yang terjadi pada hatiku. Bukan. Bukan karnamu. Karnaku.
Apa kau bingung? Baiklah. Mari kuperjelas.

Awalnya aku tak ingin berharap banyak padamu kemudian sikapmu membuat aku terjatuh semakin dalam pada pesonamu. Aku mulai ingin mengetahui lebih banyak lagi hal tentangmu. Sejauh yang aku tau hanya cerita tentang kau dan masalalumu. Selebihnya aku hanya menebak. Lalu pada hari yang lain sikapmu berubah. Hanya bicara seperlunya kemudian bersikap acuh. Harus selalu aku yang memulai duluan?

Aku tak menuntut apapun darimu aku hanya ingin kau tau aku sedikit berharap padamu. Maaf karna aku selalu mengganggu waktu luangmu.
Maaf juga karna suratku membuat mu merasa tak nyaman. Aku selalu berdoa agar kebahagian selalu bersamamu.

Tentang hatiku yang berduka. Aku sudah tau apa yang akan terjadi antara kau dan aku.

Sabtu, 06 Februari 2016

Teruntuk Mr.Diessel

Surat ke 6 hari ke-7

Selamat pagi Mr!

Semoga kau tidak terkejut mendapat surat dari salah satu penggemarmu ya!
Perkenalkan, saya Ananda. Panggil saja Nanda. Salah satu penggemarmu dari Indonesia. Baiklah Mr. Sudah cukup perkenalannya. Semoga kau berkenan membaca surat dari penggemar mu.


Mr! Banyak sekali hal yang kutanyakan padamu, mulai dari film yang kau bintangi sampai kelanjutan dari film fast and farious tanpa Paul Walker.
Sebutlah aku penggemar barumu. Karna aku mulai tertarik denganmu saat aku melihat film yang kau bintangi -Fast and Farious- saat itu aku langsung kagum pada karakter yang kau mainkan. Pada persahabatan dan solidaritas pertemanan difilm itu.

Mr Diessel. Sudah dulu ya? Lain waktu aku akan mengirim surat untuk mu lagi. Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu.

Dari penggemar baru mu.

Jumat, 05 Februari 2016

Special Someone.

Surat ke 5 hari ke-6

Hai Tuan.
Hari ini sangat cerah di kotaku matahari sangat terik siang ini namun tidak dengan hatiku.
Baiklah. Mari kita bicara soal rasa seperti kata mu kemarin sore.
Kau tau tuan? Sore itu aku merasa seperti mati rasa seolah semua khayal indahku sirna seketika.

Tuan, kemarin akunbegitu tersayat mendengar ceritamu. Cerita tentang wanita yang ada dihatimu sejak lama. Kau bilang perempuanmu paling spesial. Dia pintar memasak, mahir dalam segala hal. Kau bilang kau tersihir oleh pandangan matanya.
Kemudian. Kau jatuh cinta padanya. Aku bahagia sekali mendengarnya. Teintas seketika dibenakku wanita itu aku, baiklah. Aku terlalu percaya diri.

Lagi. Katamu wanita itu berhijab. Dia cantik dalam balutan hijabnya begitu angun dalam sikap dan cara bicaranya lalu kau mulai jatuh cinta (lagi) pada selurhnya. Aku sangat bahagia mendengarnya sampai aku tau seseorang special itu bukan aku.

Sudah dulu ya? Airmataku sudah menganak sungai dipipi. Ah maaf aku terlalu berlebihan. Semoga bahaia selalu bersamamu.

Fix, aku mulai jatuh cinta!

Surat ke 4 hari ke-5

Selamat sore, Karel.
Maaf 2hari ini aku selalu telat menulis surat untukmu. Aku terlalu lelah untuk masalah yang ada dalam pekerjaanku.
Karel, aku tak mengerti kenapa setiap malam seperti adabyang aneh dalam diriku, bayangmu tak pernah hilang dari ingatanku tawa, senyum dan suaramu.

Karel, maaf jika disurat kali ini aku langsung to the point karna aku sangat tidak nyaman dengan rasa yang ada sekarang. Aku terlalu malu untuk menyebut ini cinta namun aku juga tak bisa memendamnya lebih lama lagi.
Kau tau? Saat aku meliat matamu aku seperti melihat senja. Teduh. Tenang.
Aku tak banyak berharap padamu hanya saja aku ingin kau tau aku mulai jatuh cinta padamu. Pada pribadimu pada seluruhmu.

Karel, sudah dulu ya? Besok akan kuceritakan lebih banyak lagi tentang rasaku.

Kamis, 04 Februari 2016

Kembaran Amanda Gonzhales?

Surat ke 3 hari ke-4

Selamat siang, Tuan.

Baiklah. Selamat siang Karel.
Maaf karna aku terbiasa menyebutmu Tuan. Suka atau tidak kau tetap akan kupanggil Tuan. Karna kau adalah Tuan dari rasa bernama rindu. Jadi sekarang kau sudah tau kan kenapa aku memanggilmu Tuan. Bukan karna aku anak buah mu ya! Hehe..

Senang sekali rasanya bisa bertemu lagi denganmu, Karel. Pertemuan kedua kita setelah hari hujan lalu.
Pertemuan kedua kita (lagi) tanpa sengaja tapi tetap berkesan baik seperti sebelumnya. Aku senang bisa berbincang banyak berbagi hal menarik lalu tertawa bersama mu.

Sore itu diberanda cafe banyak sekali aksara berserakan, perbincangan menarik tentang idolaku dan idolamu.
Saat itu kau bilang idola pertamamu adalah ibu, dan yang kedua adalah perempuan cantik anak salah satu pemain bola di Indonesia. Amanda Gonzhales.
"Jadi, apa yang kau suka dari amanda?"
"Senyumnya"
"Lalu?"
"Tawanya"
"Terus apa lagi?"
"Tidak ada"
Kau adalah lelaki paling irit bicaranya dari semua lelaki yang pernah kukenal.
Kamu. Yang paling sedikit bicaranya namun tetap berkesan membuatku teesenyum.
"Tapi kayanya aku punya idola baru"
"Oh ya? Siapa?"
"Kamu. Kembaran Amanda Gonzhales"
Saat itu aku merasa telah jatuh cinta pada seluruhmu.
Bukan. Bukan karna kau bilang seperti Amanda Gonzhales tapi karna kepribadianmu.

Karel. Sudah dulu ya? Maaf hari ini aku telat menulis surat untukmu.
Semoga kebahagian selalu berpihak padamu.

Selasa, 02 Februari 2016

Tuan itu bernama Karel.

Surat kedua hari ke-3

Selamat siang Tuan.
Hari ini aku menulis satu surat lagi untukmu. Aku terlalu menggebu membahas apa-apa tentangmu, maaf jika suratku mengganggu mu sekali lagi izinkan aku menjadikan mu topik untuk setiap suratku.

Tuan, aku akan melanjutkan ceritaku yang sempat tertunda kemarin. Kau tau betapa bahagianya aku ketika kau mengulurkan tanganmu lebih dulu lalu menyebutkan namamu.
Suara itu terekam dengan jelas dan baik dalam ingatanku. Rasanya aku ingin waktu diulang kembali saat dimana kita bertemu untuk kali pertama.

Saat itu aku tak bisa berhenti memikirkan apapun tentangmu, senang bisa bertemu dan berteman dengamu Karel.

Senin, 01 Februari 2016

Surat Pertama

Surat pertama hari ke 2.

Salam Tuan Berpayung Biru.

Maaf telah lancang menulis surat untukmu, izinkan aku menjadikan mu topik untuk setiap aksara yang kutulis.
Tuan, hari ini dikotaku hujan datang setiap tetesnya mengingatkan ku akan dirimu yang pernah menahanku untul tetap berada satu payung dengan saat hujan turun beberapa hari lalu, tuan tau kah kamu? Saat itu aku seperti nostalgia dengan rasa bernama cinta yang hampur saja aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta.

Jatuh cinta?
Maaf tuan. Aku jatuh cinta pada senyummu semoga hanya pada senyum mu karna jika aku jatuh cinta pada seluruhmu aku takut cinta ini tak terbalas.

Ah, sepertinya aku sudahi dulu surat untuk mu hari ini karna hujan telah berhenti. Semoga harimu menyenangkan Tuan berpayung Biru.