Surat ke 12 hari ke-14
Hallo Teh.
Sedang apa? Bagaimana harimu Teh? Oke. Baiklah aku terlalu basa-basi. Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih untuk suratmu tempo hari. Saat itu Teh, aku spechless membacanya. Bahagia dan terharu. Karna suratmu adalah yang pertama untukku. Kali pertama aku mendapat surat dari sesama penyair.
Teh.
Saat aku menulis surat ini hatiku sedang dalam keadaan tidak baik. Karna sedang dihadapkan pada 2pilihan. Bukan teh. Bukan tentang lelaki. Ini tentang pekerjaan.
Jadi maaf ya kalau suratku tak sebagus surat yang kau kirim padaku.
Teh.
Kurasa pujian itu memang pantas untukmu karna tulisanmu mampu membuatku merasakan apa yang kau rasa. Jika kau bilang karna pesanku membuat semangat menulismu bangkit kembali maka akan ku beritahu kau sesuatu. Ketika aku membaca suratmu saat itu rasanya semangat menulisku semakin banyak. Tak perduli jika yang kubuat adalah aksara sampah atau tak berguna. Aku menulis karna hobi. Ketika itu teh. Aku merasa sangat bahagia karna memiliki teman baru yang mengerti betapa menulis adalah hal menyenangkan. Menuangkan sejumlah aksara pada setiap kertas ketika tak ada lagi yang mampu mengerti apa yang sedang dirasa.
Teh.
Mari kita menulis lebih sering lagi. Membuat sejumlah aksara menjadikannya sebuah paragraf jika ada kesempatan menjadikannya sebuah karya yang akan dikenal oleh banyak orang.
Dari aku, perempuan kecil yang kau semangati.
akh...
BalasHapusTak perlu kata" rumit, sesederhana ini pun sudah buat aku bahagia.
Pilihlah karena itu pilihanmu. Jangan karena orang lain. Karena percaya atau tidak, suatu saat kau terluka karena pilihan kau tidaj harus mencari-cari orang untuk di salahkan.