Surat ke 9 hari ke-11
Hai Karel.
Aku menulis satu surat lagi untukmu. Apa kau meresa terganggu dengan tulisanku? Jika iya. Maka ini adalah surat terakhir yang kubuat untukmu. Jika tidak. Bersiaplah akan ada beberapa surat lagi yang akan datang kepadamu.
Jadi. Sekali lagi aku tanya apa kau merasa terganggu?
Karel. Apa aku boleh bertanya sekali lagi? Apa kau merasa aku seperti gadis yang tidak tau malu karna terlalu sering menceritakan isi hatiku?
Tak perlu kau jawab. Cukup kau nilai sendiri. Maaf karna aku selalu menjadikanmu topik dalam setiap tulisanku. Tujuan suratku.
Karel. Maaf lagi. Karna aku tak bisa mengendalikan ego ku. Pernah sekali aku memilih menjauh namun egoku semakin besar. Hatiku terlalu egois untuk tetap memilih bertahan dan mencarimu lagi. Mungkin kedengarannya berlebihan tapi percayalah. Aku menulis sesuai dengan apa yang aku rasa. Abaikan saja jika kau merasa aku terlalu berlebihan.
Karel. Aku pernah merasa kau seperti memberiku sebuah harapan. Saat sikapmu begitu manis dan peduli padaku. Lalu kemudian dihari yang lain kau begitu acuh padaku. Aku tak mengerti apa maksud dibalik sikapmu yang seprti itu. Sampai detik ini aku masih belum bisa menyebutmu seorang Pemberi Harapan Palsu. Semoga dengan sikapmu yang seperti ini aku masih bisa percaya kalo kamu bukan seorang pemberi harapan palsu.
Dari aku. Perempuan asing yang mengagumi mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar