Selasa, 02 Februari 2016

Tuan itu bernama Karel.

Surat kedua hari ke-3

Selamat siang Tuan.
Hari ini aku menulis satu surat lagi untukmu. Aku terlalu menggebu membahas apa-apa tentangmu, maaf jika suratku mengganggu mu sekali lagi izinkan aku menjadikan mu topik untuk setiap suratku.

Tuan, aku akan melanjutkan ceritaku yang sempat tertunda kemarin. Kau tau betapa bahagianya aku ketika kau mengulurkan tanganmu lebih dulu lalu menyebutkan namamu.
Suara itu terekam dengan jelas dan baik dalam ingatanku. Rasanya aku ingin waktu diulang kembali saat dimana kita bertemu untuk kali pertama.

Saat itu aku tak bisa berhenti memikirkan apapun tentangmu, senang bisa bertemu dan berteman dengamu Karel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar