Surat pertama hari ke 2.
Salam Tuan Berpayung Biru.
Maaf telah lancang menulis surat untukmu, izinkan aku menjadikan mu topik untuk setiap aksara yang kutulis.
Tuan, hari ini dikotaku hujan datang setiap tetesnya mengingatkan ku akan dirimu yang pernah menahanku untul tetap berada satu payung dengan saat hujan turun beberapa hari lalu, tuan tau kah kamu? Saat itu aku seperti nostalgia dengan rasa bernama cinta yang hampur saja aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta.
Jatuh cinta?
Maaf tuan. Aku jatuh cinta pada senyummu semoga hanya pada senyum mu karna jika aku jatuh cinta pada seluruhmu aku takut cinta ini tak terbalas.
Ah, sepertinya aku sudahi dulu surat untuk mu hari ini karna hujan telah berhenti. Semoga harimu menyenangkan Tuan berpayung Biru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar