Kamis, 11 Februari 2016

Sebuah perbedaan.

Surat kesebelas hari ke-13

Hai Karel.
Sedang apa kau sekarang? Bagaimana kabarmu hari ini? Boleh aku bertanya sesuatu (lagi) padamu?
Karel. Kau tau? Hari ini dikotaku matahari tak menampakkan dirinya langit kelam. Seperti hatiku saat ini. Kelam. Kelabu. Abu-abu.

Karel. Kenapa ya harus ada perbedaan diantara kita. Aku baik-baik saja dengannya. Aku hanya kecewa. Bagaimana tidak. Aku bahagia sekali ternyata kau punya rasa yang sama. Saat itu aku bahagia sekaligus kecewa. Karna kau bilang kita berbeda keyakinan.
Mungkin benar. Terkadang tuhan hanya mempertemukan bukan mempersatukan. Seperti kau dan aku sekarang. Kita dipertemukan. Pertemuan tidak sengaja perkenalan yang singkat tapi menumbuhkan sebuah rasa.

Karel, sepertinya aku akan berhenti menulis surat untukmu. Biarlah ini menjadi surat terakhir yang kubuat untuk mu. Terimakasih karna telah sudi menjadi topik disetiap tulisanku. Kini. Biarlah aku menulis surat tanpa penerima. Terimakasih karna telah membalas rasaku. Jangan pernah berfikir untuk menjauh karna sebuah perbedaan. Jangan pernah pergi tanpa pamit.

Dari aku, yang mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar