Surat ke 5 hari ke-6
Hai Tuan.
Hari ini sangat cerah di kotaku matahari sangat terik siang ini namun tidak dengan hatiku.
Baiklah. Mari kita bicara soal rasa seperti kata mu kemarin sore.
Kau tau tuan? Sore itu aku merasa seperti mati rasa seolah semua khayal indahku sirna seketika.
Tuan, kemarin akunbegitu tersayat mendengar ceritamu. Cerita tentang wanita yang ada dihatimu sejak lama. Kau bilang perempuanmu paling spesial. Dia pintar memasak, mahir dalam segala hal. Kau bilang kau tersihir oleh pandangan matanya.
Kemudian. Kau jatuh cinta padanya. Aku bahagia sekali mendengarnya. Teintas seketika dibenakku wanita itu aku, baiklah. Aku terlalu percaya diri.
Lagi. Katamu wanita itu berhijab. Dia cantik dalam balutan hijabnya begitu angun dalam sikap dan cara bicaranya lalu kau mulai jatuh cinta (lagi) pada selurhnya. Aku sangat bahagia mendengarnya sampai aku tau seseorang special itu bukan aku.
Sudah dulu ya? Airmataku sudah menganak sungai dipipi. Ah maaf aku terlalu berlebihan. Semoga bahaia selalu bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar