Surat ke 3 hari ke-4
Selamat siang, Tuan.
Baiklah. Selamat siang Karel.
Maaf karna aku terbiasa menyebutmu Tuan. Suka atau tidak kau tetap akan kupanggil Tuan. Karna kau adalah Tuan dari rasa bernama rindu. Jadi sekarang kau sudah tau kan kenapa aku memanggilmu Tuan. Bukan karna aku anak buah mu ya! Hehe..
Senang sekali rasanya bisa bertemu lagi denganmu, Karel. Pertemuan kedua kita setelah hari hujan lalu.
Pertemuan kedua kita (lagi) tanpa sengaja tapi tetap berkesan baik seperti sebelumnya. Aku senang bisa berbincang banyak berbagi hal menarik lalu tertawa bersama mu.
Sore itu diberanda cafe banyak sekali aksara berserakan, perbincangan menarik tentang idolaku dan idolamu.
Saat itu kau bilang idola pertamamu adalah ibu, dan yang kedua adalah perempuan cantik anak salah satu pemain bola di Indonesia. Amanda Gonzhales.
"Jadi, apa yang kau suka dari amanda?"
"Senyumnya"
"Lalu?"
"Tawanya"
"Terus apa lagi?"
"Tidak ada"
Kau adalah lelaki paling irit bicaranya dari semua lelaki yang pernah kukenal.
Kamu. Yang paling sedikit bicaranya namun tetap berkesan membuatku teesenyum.
"Tapi kayanya aku punya idola baru"
"Oh ya? Siapa?"
"Kamu. Kembaran Amanda Gonzhales"
Saat itu aku merasa telah jatuh cinta pada seluruhmu.
Bukan. Bukan karna kau bilang seperti Amanda Gonzhales tapi karna kepribadianmu.
Karel. Sudah dulu ya? Maaf hari ini aku telat menulis surat untukmu.
Semoga kebahagian selalu berpihak padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar