Surat ke 8 hari ke-9
Hai kamu.
Iya kamu. Yang sering hadir disetiap khayalku tujuan dari surat-suratku. Kamu. Yang tak pernah aku mengerti sikapmu.
Maaf (lagi) disurat kali ini aku lebih 'frontal' karna aku lelah menebak siapa perempuan yang kau maksud, bagaimana perasaanmu setelah membaca surat-suratku. Dan apa yang ingin kau bicarakan sampai kau begitu nekat ingin menelfonku.
Kamu. Yang sikapnya tak pernah aku mengerti. Apa yang kau mau apa yang kau pikirkan tentang tulisanku.
Kau bilang ada wanita yang datang dalam hidupmu disaat yang tidak tepat. Kemudian kau bilang hanya ada satu nama yang belakangan ini memenuhi pikiranmu. Ada satu nama yang hanya ada dihatimu. Apa aku boleh bertanya?
Siapa nama itu? Tak perlu kau jawab. Cukup kau baca surat-suratku dengan baik. Tak perlu kau pikirkan apa maksudku menulis surat ini.
Kamu. Banyak sekali yang ingin aku tanyakan padamu. Tentang siapa yang kau maksud pada setiap tulisan yang kau buat di bbm. Satu nama yang ada dihatimu. Mungkinkah satu nama itu aku? Atau mungkin bukan namaku.
Dari aku. Perempuan asing yang menyukaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar